Kenapa saya bilang begitu karena saya manusia dan saya memang egois.. tapi keegoisan saya itu tergantung dari situasi dan kondisi... saya memang mudah sekali marah terhadap hal-hal yang apabila tidak sesuai dengan apa yang saya pikirkan, dan saya berharap orang lain mengerti apa yang saya inginkan, itu tidak mungkin bukan? itulah egoisnya saya.. kadang banyak juga manusia yang tidak menyadari bahwa dirinya tidak egois, kadang mereka harus diingatkan oleh orang terdekat mereka.. tapi kadang juga ada yang tidak mudah menyadari walaupun telah diingatkan malah ada kemungkinan untuk kembali marah setelah diingatkan dan tidak mau perduli dengan orang lain..yang ada hanyalah mencari kesalahan terhadap orang yang mengingatkannya itu.. Memang sifat saya yang mudah marah itu tidak baik, tapi bagaimana bila saya harus menghadapi orang yang tidak pernah mau menghargai dan memahami orang lain tetapi dirinya sendiri ingin dipahami dan diperhatikan, wah jelas pasti saya mudah marah.. karena pasti akan banyak hal-hal yang tidak sesuai dan sejalan dengan apa yang saya inginkan dan apa yang dia inginkan.. Belum lagi ditambah dengan jawaban yang terserah atau bagaimana nanti, yang menurut saya itu tidak jelas sama sekali.. kalau orang ada yang nanya atau minta pendapat tuh sebaiknya dijawab dengan sejelasnya bukan malah bertanya kembali atau jadinya terserah.. dengan kata lain seh tau gtuh juga ngapain saya ajak ngobrol yah? atau diskusi? saya bertujuan bercerita maupun bertanya itu dikarenakan saya ingin memperoleh jawaban yang sejelasnya karena saya tidak bisa menentukan pilihan tetapi yang sering saya hadapi adalah bahwa mereka bertanya kembali kepada saya, jadi apa gunanya saya bertanya ya?? Kadang saya suka heran sendiri, apa saya yang terlalu dewasa ataukah mereka yang masih belum dewasa? kadang saya suka merasa bahwa sayalah yang paling bodoh di dunia ini.. tapi setelah dipikir-pikir mungkin memang benar saya sangat bodoh tidak pernah bisa mengerti apa yang orang lain inginkan.. karena saya bukan peramal.. saya hanyalah manusia.. yang tidak sempurna.. karena kalo sempurna yah pastinya Tuhan.. Saya ingin mengerti apa yang orang lain inginkan, oleh sebab itu saya banyak belajar dari pengalaman sendiri dalam menghadapi orang serta pengalaman orang lain, dan mungkin ilmu yang paling menjuarai adalah dengan saya berdiskusi atau berkomunikasi dengan orang tersebut mengenai apa yang dia inginkan.. tapi sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa setiap manusia yang ada di dunia ini berbeda-beda sifatnya dan cara dalam menanggulanginya.. Sehingga setiap manusia sebaiknya dilakukan penanganan yang berbeda, yah mungkin bisa sama tapi selebihnya pasti berbeda.. Apabila kita berada di dalam lingkungan yang keras didikannya pastinya hingga kita dewasa nanti kita akan bertindak keras dan berusaha keras, secara langsung dan tidak langsung, kadang orang yang melihatnya mungkin tidak bisa menyesuaikan dengan diri kita, tapi kadang kita juga dituntut untuk mengikuti kondisi atau habitat yang ada di lingkungan lain.. tidak ada salahnya untuk kita mengalah, mencoba memahami lingkungan lain, itu tidak akan merugikan, saya yakin.. justru itu akan membuat kita menjadi jauh lebih kaya akan ilmu menghadapi orang lain, dan membuat diri kita menjadi jauh lebih dewasa.. dengan lebih bersabar, lebih mau mengerti orang, lebih mau menceritakan apa yang tidak sesuai dengan diri kita dan kita pun menjadi terbuka untuk menerima perbedaan itu.. memang tidak mudah.. tapi apabila kita yakin..pasti kita bisa menghadapi semua cobaan.. Tetapi karena keegoisan seorang manusia maka kadang manusia suka susah menerima dan memaklumi apa yang terjadi.. dan kadang saya pun tidak habis pikir dengan orang seperti itu.. mungkin karena saya cuek sekali makanya saya kadang suka tidak menghiraukan orang-orang yang egois.. karena saya juga egois pada tempatnya.. Manusia hanya bisa berusaha.. yang menentukan adalah Tuhan.. dan menurut saya apabila hanya satu orang yang menilai saya buruk saya tidak ambil pusink karena belum tentu menurut Tuhan saya buruk, tetapi kalau sudah satu Indonesia bilang saya buruk berarti saya harus waspada mengenai saya memang buruk... dan sudah saatnyalah saya berubah menjadi yang lebih baik.. Saya akui, untuk memendam egois itu tidaklah mudah.. tapi kalau kita bisa mengkontrol diri kita untuk berpikiran positif dan kepala dingin niscaya semuanya mudah dan tidak terpengaruh oleh keegoisan kita sendiri... Tidak usah jauh-jauh.. apabila kita berkendaraan di jalan, baik itu menyetir mobil, motor, sepeda maupun hanya naik angkutan umum, pasti kita merasakan banyaknya manusia yang egois di muka bumi ini.. Kadang saya lelah menghadapi orang ini, tapi mau tidak mau harus dihadapi juga karena kita tinggal di dunia tidak sendirian melainkan dengan manusia-manusia yang lain, jadi mau tidak mau yah kita mengubah diri kita untuk lebih sabar, mau mendengarkan orang lain serta memakluminya setelah kita memahaminya dengan baik dan benar.. Sampai detik ini pun saya masih bingung menghadapi orang yang egois, yang tidak pernah mau memahami dan mendengarkan orang lain.. Jadi apa yang harus saya lakukan? Sabar dan tawakal mungkin.. tapi kenyataannya saya kadang suka terpancing emosi saya, untuk marah2 karena saya merasa saya ingin didengar dan dipahami setelah saya memahami mereka.. kenyataannya mereka tidak mau ambil pusing, mereka hanya ingin merasakan keuntungan apa yang didapat mereka apabila mereka mau mendengarkan dan memahami saya... hahaha.. sedihnya jadi saya.. sungguh saya lelah menghadapi ini semua.. tapi tidak mungkin itu semua terjadi... karena kita semua harus menghadapi segala resiko apa yang telah kita perbuat di dunia ini.. dan jujur saja.. saya bukanlah makhluk yang sempurna.. saya hanyalah manusia biasa yang sering diliputi kesalahan maupun kekhilafan... apakah kalian semua bisa mengerti itu? memahami itu?
| |
|